empty
 
 
10.09.2026 10:23 AM
Trump menjanjikan $5.000 untuk setiap warga Amerika

Indeks saham AS ditutup melemah kemarin. S&P 500 turun 0,48%, Nasdaq 100 melemah 0,64%, dan Dow Jones Industrial Average kehilangan 0,77%.

This image is no longer relevant

Pasar Asia ikut melemah, tergelincir setelah aksi jual di AS karena kenaikan harga minyak kembali memicu kekhawatiran inflasi. Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,6%, dengan Hong Kong dan Australia termasuk yang berkinerja terlemah. Brent sempat naik ke $101,94/barel pada awal perdagangan Asia sebelum kemudian kehilangan kenaikannya. Imbal hasil Treasury 10 tahun bertahan dekat level tertinggi di 4,85%.

Perkembangan yang paling mencolok tampak dari reaksi pasar terhadap langkah Treasury. Rencana pemerintah untuk membeli hingga $6 miliar Treasury berjangka panjang mengecewakan sebagian investor yang berharap program yang lebih besar. Perlu diingat bahwa pada Agustus, Treasury menggandakan batas operasinya dari $2 miliar menjadi $4 miliar, yang sempat mendorong imbal hasil turun selama beberapa hari sebelum kembali naik. Pengumuman awal itu menghasilkan kenaikan satu hari terkuat pada obligasi jangka panjang sejak Februari 2025. Pengumuman kedua hampir tidak berpengaruh, dan langkah terbaru ini justru memicu kekecewaan terbuka. Para skeptis yang sejak awal memperingatkan bahwa perbaikan teknis saja tidak cukup untuk mengatasi ketidakseimbangan fiskal kini mendapatkan lebih banyak kredibilitas, sementara ruang kebijakan Treasury tampak semakin menyempit di setiap upaya.

Kontras mencolok muncul dari dua pernyataan yang hampir berurutan dari Washington. Kemarin, Menteri Keuangan Scott Bessent memaparkan rencana konsolidasi fiskal untuk mengecilkan defisit yang mendekati $2 triliun. Hari ini, Presiden Donald Trump berjanji akan membayar setiap orang dewasa di AS $5.000 jika Partai Republik mempertahankan kendali atas kedua majelis Kongres. Dengan sekitar 260 juta orang dewasa, janji tersebut bernilai sekitar $1,3 triliun, jumlah yang sebanding dengan porsi besar dari defisit tahunan yang ingin dipangkas oleh Bessent.

Peluang di pasar telah bergeser menjelang rilis data inflasi pada hari Jumat. Kontrak futures Fed funds kini memperkirakan sekitar 62% kemungkinan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan 15–16 September, naik dari sekitar 60% pada Selasa. Namun, data inflasi yang lebih rendah akan memperkuat argumen untuk jeda kenaikan dan membuat dolar rentan terhadap penilaian ulang yang lebih dovish atas kebijakan The Fed. Kemungkinan besar, dolar akan tetap berada di bawah tekanan hingga data inflasi dirilis, dan pergerakan selanjutnya akan bergantung pada rincian komposisi laporan tersebut.

This image is no longer relevant

Secara teknikal, grafik S&P 500 menunjukkan bahwa tugas langsung bagi pembeli hari ini adalah menembus level resistance 7.656 untuk mengonfirmasi potensi kenaikan dan membuka jalan menuju 7.679. Mempertahankan kendali di atas 7.698 akan semakin memperkuat pandangan bullish. Di sisi bawah, pembeli harus mempertahankan level 7.633. Penembusan di bawah level tersebut kemungkinan akan mendorong indeks kembali ke 7.607 dan membuka jalan menuju 7.583.

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.