Lihat juga
Hari ini, hanya euro yang diperdagangkan menggunakan strategi Mean Reversion. Saya memperdagangkan pound dengan menggunakan strategi Momentum.
Euro, pound, dan aset berisiko lainnya melemah setelah muncul berita bahwa Iran telah menyerang kapal militer AS yang mencoba memasuki kawasan Selat Hormuz. Namun, pihak Amerika sejauh ini membantah bahwa serangan tersebut terjadi. Tak perlu diingatkan lagi bahwa situasi di kawasan Selat Hormuz saat ini merupakan salah satu faktor kunci yang menentukan arah pergerakan dolar AS dan aset berisiko ke depan. Volatilitas yang terlihat menunjukkan meningkatnya sensitivitas pasar keuangan terhadap risiko geopolitik. Meski demikian, belum adanya konfirmasi resmi dari sumber-sumber AS mengharuskan kita tetap berhati-hati.
Pada paruh kedua hari ini, perhatian juga akan tertuju pada data pesanan pabrik AS. Angka-angka ini secara tradisional dianggap sebagai indikator utama aktivitas bisnis dan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi sektor industri AS. Tren positif diperkirakan akan berlanjut; namun, setiap penyimpangan dari perkiraan dapat memicu volatilitas pasar.
Selain itu, komentar dari anggota FOMC John Williams akan menjadi sorotan penting. Pandangannya tentang kondisi ekonomi saat ini, ekspektasi inflasi, dan prospek kebijakan moneter dapat memberikan pengaruh besar terhadap ekspektasi pasar mengenai tingkat suku bunga di masa mendatang.
Jika datanya kuat, saya akan mengandalkan strategi Momentum. Jika tidak ada reaksi pasar terhadap data tersebut, saya akan terus menggunakan strategi Mean Reversion.
Strategi Momentum (breakout) untuk paruh kedua hari ini:
Untuk EUR/USD:
Untuk GBP/USD:
Untuk USD/JPY:
Strategi Mean Reversion (pullback) untuk paruh kedua hari ini:
Untuk EUR/USD:
Untuk GBP/USD:
Untuk AUD/USD:
Untuk USD/CAD: