empty
 
 
04.05.2026 10:02 AM
Pasar siap melampiaskan tekanan

S&P 500 ditutup menguat untuk minggu kelima berturut-turut, menandai rally terpanjangnya sejak 2024. Kinerja laba korporasi yang mengesankan di antara konstituen indeks telah menurunkan forward price-to-earnings ratio dan membuat banyak saham tampak undervalued secara fundamental, sehingga memicu gelombang pembelian baru, termasuk aliran dana dari luar negeri seiring pasar AS mengungguli pasar Eropa dan Asia.

Perusahaan-perusahaan S&P 500 yang melampaui dan yang tidak mencapai prediksi

This image is no longer relevant

Sementara kurang lebih satu dari setiap tiga emiten S&P 500 berhasil melampaui estimasi Wall Street, porsi perusahaan yang meleset dari fundamental berada di level terendah sejak 2021. Kemajuan ini bukan semata-mata didorong oleh kinerja spektakuler Big Tech: Seaport Research Partners menemukan bahwa emiten di luar sektor TI mencatat kejutan positif terbesar sejak kuartal IV 2024.

Reaksi Magnificent Seven terhadap laporan kinerja beragam. Laporan keuangan Alphabet menghasilkan kenaikan kapitalisasi pasar harian tertinggi dalam sejarah perusahaan. Sebaliknya, kekecewaan para investor terhadap Meta Platforms membuat harga sahamnya anjlok, menciptakan selisih kapitalisasi pasar sebesar USD 566 miliar di antara kelompok tersebut.

Reaksi Magnificent Seven terhadap laporan kinerja

This image is no longer relevant

Laba yang tinggi dan valuasi fundamental yang relatif murah bukan satu-satunya pendorong reli S&P 500 ke rekor tertinggi. Harga minyak mereda setelah muncul laporan bahwa Iran mengajukan proposal baru kepada AS untuk membuka kembali Selat Hormuz, dan Presiden Donald Trump meluncurkan "Project Freedom," yang disebut-sebut akan membantu kapal-kapal komersial menemukan rute transit paling aman di jalur minyak utama dunia tersebut.

De-eskalasi di Timur Tengah akan menjadi katalis positif yang jelas bagi ekuitas AS, sementara eskalasi justru akan menekan S&P 500.

Data ekonomi AS juga memberikan kejutan yang menyenangkan. Setelah PDB tumbuh 2% pada kuartal I, indeks aktivitas manufaktur — yang bertahan dekat level tertingginya pada 2022 — mengindikasikan bahwa perekonomian AS berada dalam kondisi yang cukup baik.

This image is no longer relevant

Kendati demikian, Goldman Sachs mengeluarkan peringatan untuk saham-saham AS. Risetnya menunjukkan bahwa hedge fund dan trading advisor mulai mengurangi pembelian bersih. Dikombinasikan dengan posisi bullish di S&P 500 yang sudah sangat tinggi, hal itu meningkatkan kemungkinan terjadinya koreksi. Bank tersebut meyakini pasar akan "melepas tekanan" dalam jangka pendek, mengikis sebagian euforia yang menumpuk selama reli ke rekor tertinggi.

Dari sisi teknikal, grafik harian S&P 500 berpotensi membentuk pola pembalikan yang berpusat pada sebuah candlestick dengan bayangan atas (upper shadow) yang panjang. Penutupan celah (gap) dengan penurunan di bawah 7.220 akan menjadi dasar untuk mulai membuka posisi jual jangka pendek.

Recommended Stories

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.